Rabu, 02 November 2011

0

Cara koneksi dari pc ke internet dengan menggunakan wireless atau hotspot (SMKN 1 PURWOSARI)

1.       Untuk koneksi dari pc ke internet menggunakan wireless, langkah pertama yaitu pastikan bahwa wifi computer anda sudah aktif, di sini kebetulan computer saya adalah axioo dimana untuk mengaktifkan wifi bisa ditekan Fn+F11,

  
2.       Setelah wifi sudah aktif, anda bisa klik icon di taskbar seperti gambar dibawah ini. (catatan : cara ini bisa dipakai untuk pc dengan OS windows 7)

3.       Setelah icon tersebut di klik, maka akan muncul jendela wireless network seperti berikut ini.


4.       Setelah itu pilih wireless yang tersedia, dengan cara klik dan connect.

5.       Setelah semua cara di atas selesai, maka bisa konek ke internet.


6.       Buka browser yang anda punya, disini saya menggunakan browser google chrome.


7.       Setelah membuka web browser, anda bisa ketikkan alamat web yang ingin anda kunjungi pada address bar seperti pada gambar berikut.


8.       Jika anda tidak tahu alamt web yang akan anda kunjungi, anda bisa melalui search engine, seperti, google, yahoo, dan sebagainya.

9.       Di kolom seperti berikut, ketikkan kata kunci tentang web yang akan anda kunjungi.  Maka hasilnya akan seperti berikut.





Rabu, 28 September 2011

0

Ekosistem Akuatik


Ekosistem akuatik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Ekosistem air tawar
 a.     Ciri-ciri ekosistem air tawar:
·      Kadar garam/salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme akuatik.
·      Penetrasi cahaya matahari kurang.
·      Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
·      Variasi suhu sangat rendah.
·      Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji.
·      Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar.
·      Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.

c.    Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
·      Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
·      Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.

d.   Flora ekosistem air tawar:
Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar, tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil), tumbuhan tingkat rendah (jamur, ganggang biru, ganggang hijau).
e.     Fauna ekosistem air tawar:
Hampir semua filum dari dunia hewan terdapat pada ekosistem air tawar, misalnya protozoa, spans, cacing, molluska, serangga, ikan, amfibi, reptilia, burung, mammalia. Ada yang selalu hidup di air, ada pula yang ke air bila mencari makanan saja. Hewan yang selalu hidup di air mempunyai cara beradaptasi dengan lingkungan yang berkadar garam rendah. Pada ikan dimana kadar garam protoplasmanya lebih tinggi daripada air, mempunyai cara beradaptasi sebagai berikut:
·      Sedikit minum, sebab air masuk ke dalam tubah secara terus-menerus melalui proses osmosis.
·      Garam dari dalam air diabsorbsi melalui insang secara aktif.
·      Air diekskresikan melalui ginjal secara berlebihan, juga diekskresikan melalui insang dan saluran pencernaan.

b.    Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua, yaitu:
·      Ekosistem air tenang (lentik) misalnya: danau, rawa.
Ø Danau

Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin.
Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.

a)  Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.
Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
b.  Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan- ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.
c. Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d. Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.

Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :

a.  Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b. Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.
Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.

Ø Rawa
Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis.
Definisi yang lain dari rawa adalah semua macam tanah berlumpur yang terbuat secara alami, atau buatan manusia dengan mencampurkan air tawar dan air laut, secara permanen atau sementara, termasuk daerah laut yang dalam airnya kurang dari 6 m pada saat air surut yakni rawa dan tanah pasang surut. Rawa-rawa , yang memiliki penuh nutrisi, adalah gudang harta ekologis untuk kehidupan berbagai macam makhluk hidup. Rawa-rawa juga disebut "pembersih alamiah", karena rawa-rawa itu berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam. Dengan alasan itu, rawa-rawa memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain, sehingga lingkungan rawa harus tetap dijaga kelestariannya.

·      Ekosistem air mengalir (lotik) misalnya: sungai, air terjun.

Ø Sungai

Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.

Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.


Ø Air terjun

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun dapat berupa buatan yang biasa digunakan di taman. Beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan dimana erosi kerap terjadi. 
   
      2.    Ekosistmem air laut
           Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ), karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU.
a.    Ciri – ciri air laut:
·      Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl`(55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin).
·      Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
b.    Pembagian daerah ekosistem air laut
·      Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut:
Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, binatang laut, udang, kepiting, cacing laut.
·      Daerah Neritik:
Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.
·      Daerah Batial atau Daerah Remang-remang:
Kedalamannya antara 200 - 2000 m, sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.
·      Daerah Abisal:
Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen.
c.    Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian:
·      Daerah fotik: daerah laut yang masIh dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.
·      Daerah twilight: daerah remang-remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara 200 - 2000 m.
·      Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa.
d.    Komunitas di dalam ekosistem air laut
Menurut fungsinya, komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
·      Produsen
terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya.
·      Konsumen
terdiri atas berbagai jenis hewan. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut.
·      Zooplankton
terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah.
Pada ekosistem laut dalam, yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah gelap sepanjang masa. Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan fotosintesis, berarti tidak ada produsen, sehingga yang ditemukan hanya konsumen dan dekompos saja. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang tidak lengkap.
e.    Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi:
Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi, seperti ikan yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah:
·      banyak minum
·      air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus
·      sedikit mengeluarkan urine
·      pengeluaran air terjadi secara osmosis
·      garam – garam aktif dikelurkan melalui insang.


Senin, 25 Juli 2011

0

Contoh Soal Elektrofisika




ELEKTROFISIKA 1


SELESAIKAN ISIAN BERIKUT!

1. Sebuah rangkaian terdiri dari lampu dan sumber arus ( Baterai ) dihubungkan secara seri, ternyata lampu tidak menyala. Sebutkan kemungkinan apa penyebabnya?

2. Dengan merangkai komponen listrik yang tersedia, yaitu sebuah lampu dan sebuah baterai  dan ternyata lampu menyala, apa penyebabanya?

3. Apa yang dimaksud arus listrik?

5. Tuliskan persamaan untuk menentukan besarnya kuat arus listrik, dan sebutkan satuannya.

6. Persamaan yang sudah Anda tulis, jika ada n buah elektron yang melalui penghantar setiap detik, maka persamaannya  pada nomor 5 menjadi:

7. Selama ¾ menit dalam suatau kawat penghantar mengalir muatan 270 C. Berapa kuat arus yang mengalir melalui kawat tersebut?

8. Arus yang mengalir dalam seutas kawat adalah 12 A. Hitung banyaknya electron yang mengalir dalam kawat tersebut selama ½ menit! ( muatan electron = 1,6 x 10-19 C )

            
9. Besarnya usaha untuk memindahkan tiap satuan muatan disebut:

10. Tuliskan formula hubungan antara usaha ( W ), muatan listrik (q), dan potensial listrik ( V )!

Panjang kawat adalah L, penampangnya adalah A, dan hambatan jenis kawat adalah ρ. Maka:
Besar hambatan kawat sebanding dengan...................................(11 ),
dan berbanding terbalik dengan ........................... ( 12 )
Sehingga persamaan hambaran kawat suatu penghantar adalah .............( 13 ).
Seutas kawat penjangnya 20 m dan luas penampangnya 1 mm2, serta mempunyai hambatan jenis 10-7 ohm.m. Tentukan besar hambatan kawat tersebut! ..................(14)


Senin, 28 Februari 2011

2

Kumpulan Tutorial



Berikut Adalah kumpulan beberapa tutorial, yang saya buat,,,
meskipun dpt dari download jugaa,,, hehehehe





  • 1. BERKREASI DENGAN FOTO BIAR KEREN



  •      





  • 2. MEMBUAT BINGKAI FOTO SEDERHANA DENGAN PHOTOSHOP




  • 0





    MEMBUAT BINGKAI SEDERHANA DENGAN PHOTOSHOP


    Sekarang aku coba bikin bingkai sederhana,.. mungkin temen2 bis kembangkan nanti nya..
    Langsung aja yu…
    pertama buka foto yang mau dibingkai :




    Buka foto 1 lagi… buat bingkainya.. pake gambar apa aja .. terserah..



    lalu Drag gambar ke dua ke foto yang mau dibingkai.. nanti layer akan otomatis terbentuk. sekarng atur ukuran nya biar sama.. atau mau besar juga gpp..



    gunakan Polygonal lasso tool atau bisa juga rectangle atau elliptical. Aku gunain Pollygonal, Seleksi secara acak yang nantinya akan dijadikan bingkai



    Setelah selesai.. tekan tombol delete.
    Klik 2x layer bingkai tadi.. trus pake efek outer glow dan bevell & emboss..



    Setelah itu klik Image > adjusment > hue/saturation



    Hasilnya jadi gini :

    Kamis, 24 Februari 2011

    5

    kreasi foto




    BERKREASI DENGAN FOTO BIAR KEREN

    foto editing gak cuman make up atau makeover sebuah foto, tapi juga berkreasi gimana biar foto kita tambah keren.Tutorialx sich mang dpat dri download,, py bsa d coba koq.. Bikinnya kayak gini nih..!
    pertama buka gambar yang mau di edit!


    gunakan rounded rectangle tool setting seperti gambar ini ya :



    Sambil tekan ALT dan SHIFT di keyboard, geser kotak pertama, jadi 2 kotak kan ?




    sekarang terusin sampe ke samping kanan. Sekarang Blok semua kotak rounded rectangle tool.




    Dengan cara yang sama atau sambil menekan ALT dan SHIFT trus drag ke bawah, penuhin gambar dengan Kotak.




    CROPING dikit pake CROP tool supaya gak keliatan renggang.




    Tekan A atau path selection tool terus klik kanan di gambar klik make selection. Feather radius = 0 terus klik Ok.




    setelah terseleksi klik SELECT > Inverse, lalu tekan delete di keyboard.




    Sekarang Klik SELECT > INVERSE lagi.. lalu buat layer baru.. gunakan brush tool untuk mewarnai.




    warnain juga kotak yang bawahnya… sesuai selera aja yaa..
    Ubah layer style menjadi multiply dan opacity set ke 50%




    Hasilnya akan seperti ini :




    kira kira seperti itulah bikinnya..
    Selamat mencoba..
    0

    GALLERY SAYA


    Zuhriyah dan kawan2



    Maaf ya,, para pembaca,,, fotox menggelikann,, hbis gak ada foto lain sich,,, hehehe
    dia adalah saya, zuhriyah,,, pengelola blog ini, siswa yang msih duduk di bangku SMKN 1 Purwosari kelas dua, mangambil jurusan MM..


    mungkin itu saja yang bisa saya tulis di sini... maklum, saya kan bukan penulis,,


    slam manis ya buat yang baca!!!
    love you all......

    Rabu, 23 Februari 2011

    15

    GELOMBANG ULTRASONIK, GELOMBANG INFRASONIK DAN GELOMBANG BUNYI


    I. Gelombang Ultrasonik
    Ultrasonik adalah suara atau getaran dengan frekuensi yang terlalu tinggi untuk bisa didengar oleh telinga manusia, yaitu kira-kira di atas 20 kiloHertz. Hanya beberapa hewan, seperti lumba-lumba menggunakannya untuk komunikasi, sedangkan kelelawar menggunakan gelombang ultrasonik untuk navigasi. Dalam hal ini, gelombang ultrasonik merupakan gelombang ultra (di atas) frekuensi gelombang suara (sonik).
    Gelombang ultrasonik dapat merambat dalam medium padat, cair dan gas. Reflektivitas dari gelombang ultrasonik ini di permukaan cairan hampir sama dengan permukaan padat, tapi pada tekstil dan busa, maka jenis gelombang ini akan diserap.
    Frekuensi yang diasosiasikan dengan gelombang ultrasonik pada aplikasi elektronik dihasilkan oleh getaran elastis dari sebuah kristal kuarsa yang diinduksikan oleh resonans dengan suatu medan listrik bolak-balik yang dipakaikan (efek piezoelektrik). Kadang gelombang ultrasonik menjadi tidak periodik yang disebut derau (noise), dimana dapat dinyatakan sebagai superposisi gelombang-gelombang periodik, tetapi banyaknya komponen adalah sangat besar. Kelebihan gelombang ultrasonik yang tidak dapat didengar, bersifat langsung dan mudah difokuskan. Jarak suatu benda yang memanfaatkan delay gelombang pantul dan gelombang datang seperti pada sistem radar dan deteksi gerakan oleh sensor pada robot atau hewan.
    Hewan-hewan tertentu, seperti anjing, kucing, dan lumba-lumba dapat mendengar gelombang ultrasonik. Kelelawar dapat menghasilkan dan mendengar frekuensi setinggi 100.000 Hz untuk mengetahui posisi makanan dan menghindari benda-benda saat terbang di kegelapan. Gelombang ultrasonik digunakan pada sonar di samping pada diagnosis kesehatan dan pengobatan.

    II. Gelombang infrasonik
    Infrasonik adalah suara dengan frekuensi terlalu rendah untuk dapat didengar oleh telinga manusia. Infrasonik berada dalam rentang 17 Hertz sampai 0,001 Hertz. Rentang frekuensi ini adalah sama dengan yang digunakan oleh seismometer untuk mendeteksi gempa bumi. Gelombang infrasonik bercirikan dapat menjangkau jarak yang jauh dan dapat melewati halangan tanpa kehilangan kekuatannya atau relatif kecil. Gelombang infrasonik pertama kali yang diamati kemungkinan adalah ketika gunung Krakatau meletus menghasilkan gelombang atau getaran yang mengelilingi bumi sedikitnya 7 kali dan tercatat di berbagai stasiun di seluruh dunia.
    Salah satu perintis penelitian infrasonik adalah ilmuwan Perancis Vladimir Gavreau (lahir di Rusia dengan nama Vladimir Gavronsky). Ketertarikannya dalam infrasonik awalnya bermula pada tahun 1960 ketika ia dan asistennya menderita sakit pada gendang telinga serta peralatan laboratorium yang bergetar tetapi tidak ada suara yang ditangkap oleh mikroponnya. Ia kemudian menyimpulkan bahwa itu disebabkan oleh infrasonik.

    III. Gelombang Bunyi

    A. Pengertian Gelombang Bunyi
    Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.
    Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
    Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.
    Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia,Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.

    B. Sifat-Sifat Dasar Gelombang Bunyi
    - Gelombang bunyi memerlukan medium dalam perambatannya
    Karena gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. Hal ini dapat dibuktikan saat dua orang astronout berada jauh dari bumi dan keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara, astronout tersebut tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi menggunakan alat komunikasi seperti telepon. Meskipun dua orang astronout tersebut berada dalam satu pesawat.

    - Gelombang bunyi mengalami pemantulan (refleksi)
    Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan sehingga gelombang bunyi juga dapat mengalami hal ini. Hukum pemantulan gelombang: sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada gelombang bunyi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan bunyi dalam ruang tertutup dapat menimbulkan gaung.
    Yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli
    terdengar tidak jelas. Untuk menghindari terjadinya gaung maka dalam bioskop,
    studio radio dan televisi, dan gedung konser musik dindingnya dilapisi zat
    peredam suara yang biasanya terbuat dari kain wol, kapas, gelas, karet, atau
    besi.

    - Gelombang bunyi mengalami pembiasan (refraksi)
    Salah satu sifat gelombang adalah mengalami pembiasan. Peristiwa pembiasan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada siang hari udara lapisan atas lebih dingin daripada dilapisan bawah. Karena cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil daripada suhu panas maka kecepatan bunyi dilapisan udara atas lebih kecil daripada dilapisan bawah, yang berakibat medium lapisan atas
    lebih rapat dari medium lapisan bawah. Hal yang sebaliknya terjadi pada malam
    hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari lapisan udara atas
    kelapisan udara bawah. Untuk lebih jelasnya hal ini dapat kalian lihat pada
    gambar dibawah.
    - Gelombang bunyi mengalami pelenturan (difraksi)
    Gelombang bunyi sangat mudah mengalami difraksi karena gelombang bunyi diudara memiliki panjang gelombang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Seperti yang kita ketahui, bahwa gelombang yang lebih panjang akan lebih mudah didifraksikan.
    Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin mobil
    ditikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena terhalang
    oleh bangunan tinggi dipinggir tikungan.

    - Gelombang bunyi mengalami perpaduan (interferensi)
    Gelombang bunyi mengalami gejala perpaduan gelombang atau interferensi, yang dibedakan menjadi dua yaitu interferensi konstruktif atau penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Misalnya waktu kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian.

    C. Cepat Rambat Bunyi
    Jika kamu memukul batu di dalam air, kamu akan mendengar suara pukulan tersebut. Demikian juga, ikan yang berenang di dalam kolam yang jernih, kamu tentu akan beranggapan ikan-ikan tersebut tidak bersuara. Akan tetapi, jika kamu menyelam ke dalam air, kamu akan mendengar suara kibasan ekor dan sirip ikan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa bunyi dapat merambat di dalam zat cair. Dengan bantuan alat seismograf, para ahli gempa dapat mendeteksi getaran gempa bumi. Getaran lebih kuat jika jaraknya lebih dekat pada sumber getar. Dari contoh-contoh tersebut, kamu dapat menyimpulkan bahwa bunyi yang terdengar bergantung pada jarak antara sumber bunyi dan pendengar. Jarak yang ditempuh bunyi tiap satuan waktu disebut cepat rambat bunyi (v). Secara matematis, hal itu dituliskan sebagai berikut:
    dengan : v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s),
    s = jarak yang ditempuh (m),
    t = waktu tempuh (s).
    Pernahkah kamu mendengarkan bunyi rel kereta api pada saat kereta api mau lewat? Jika pernah, kalian harus berhati-hati. Ketika kereta api akan tiba, terdengar suara gemuruh dari kereta, walaupun keretanya belum terlihat. Suara kereta yang belum kelihatan juga dapat kamu dengar melalui rel kereta api. Hal ini membuktikan bahwa cepat rambat bunyi di udara berbeda dengan cepat rambat bunyi pada rel kereta api (zat padat). Manakah yang lebih cepat? Bunyi yang merambat melalui rel kereta api (yang merupakan zat padat) lebih cepat dibandingkan dengan bunyi yang merambat melalui udara. Mengapa demikian?
    Suatu eksperimen yang telah dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa sebuah bunyi nyaring membutuhkan waktu lima sekon untuk sampai ke telinga kamu melalui udara. Jika bunyi tersebut merambat melalui air, ternyata lebih cepat dan hanya membutuhkan waktu empat sekon. Jika bunyi tersebut melalui besi, ternyata hanya membutuhkan tiga sekon, atau satu sekon lebih cepat daripada dalam zat cair. Hal ini membuktikan bahwa di dalam medium yang berbeda, cepat rambat bunyi akan berbeda pula.
    Zat padat merambatkan bunyi lebih cepat daripada zat cair dan zat cair lebih cepat merambatkan bunyi daripada gas. Kamu bisa bermain-main untuk membuktikannya dengan membuat telepon mainan.


    D. Kenyaringan dan desibel
    Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.
    Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
    Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

    E. Penerapan
    1. Dua astronout tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi menggunakan alat komunikasi seperti telepon karena keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara.
    2. Terjadinya gaung,
    yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli
    terdengar tidak jelas.
    3. Pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada
    siang hari.
    4. Kita dapat mendengar bunyi ditikungan meskipun kita
    belum melihat mobil tersebut karena terhalang tembok yang tinggi.